8/02/2012

Pemerintah Myanmar Bantah Siksa Muslim Rohingya

Pemerintah Myanmar membantah tuduhan bahwa aparat keamanan mereka menyiksa dan menangkapi pengungsi Muslim Rohingya. Justru, Myanmar mencoba meredakan kekerasan dan konflik di wilayah Rakhine tersebut.

Diberitakan ABC, pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Myanmar Wunna Maung Lwin dalam konferensi pers yang dihadiri Pelapor Khusus PBB Tomas Ojea Quintana, Senin. Dia mengatakan, pemerintah menerapkan tindakan maksimal untuk menghentikan kekerasan antar etnis di Rakhine.

"Myanmar menolak tuduhan beberapa pihak yang mengatakan bahwa petugas menggunakan kekerasan dan penganiayaan dalam mengatasi keadaan," kata dia sembari menegaskan bahwa tuduhan tersebut bertujuan untuk mempolitisir dan mengarahkan isu di Rakhine sebagai konflik agama.

Kekerasan antara etnis Buddha dan Muslim di Rakhine sudah berlangsung sejak Juni lalu. Menurut data pemerintah, Muslim Rohingya yang tewas mencapai 77 orang. Namun, para ahli yang dikutip oleh Press TV menunjukkan bahwa korban mencapai 600 orang.

Awal bulan ini, Amnesty International mengatakan adanya berbagai tindak kekerasan, termasuk pembunuhan dan pemerkosaan, oleh pasukan keamanan Myanmar. Dilaporkan lebih dari 53.000 Muslim Rohingya mengungsi mencari tempat aman.

Presiden Myanmar Thein Sein sebelumnya mengatakan 800 ribu penduduk Rohingya harus ditempatkan di sejumlah kamp dan dikirim ke Bangladesh melalui perbatasan. Kebijakan Myanmar itu dinilai para penggiat HAM sebagai pembersihan etnis.

Presiden Thein Sein menolak mengakui etnis Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Ia menganggap mereka sebagai imigran dari Bangladesh. Namun pemerintah Bangladesh sendiri mengaku kewalahan dan tak mampu menerima limpahan pengungsi Rohingya di negerinya. (umi)SOURCE
|




Share
lintasberita

Artikel yang berkaitan



0 komentar:

Post a Comment

Mohon minta saran dan kritik yang bisa membangun publisher untuk lebih berkarya,.Thanks..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...