10/22/2012

Prosesor Intel Core i bernama Ivy Bridge

Prosesor Intel Core i bernama Ivy Bridge

Sejak dirilis prosesor Intel Core i generasi kedua dengan arsitektur Sandy Bridge berhasil mendapatkan kesuksesan baik di pasar desktop maupun mobile. Performa yang tinggi di kelasnya dengan harga tergolong bersahabat dan juga konsumsi daya yang rendah merupakan beberapa faktor kesuksesan prosesor ini. Tidak hanya itu, tipe prosesor Sandy Bridge yang beragam (dari Celeron hingga Core i7), membuat penikmat prosesor ini tidak hanya dari kalangan pengguna high-end melainkan juga pengguna dengan dana terbatas. Oleh karena itu, tidak aneh jika hampir semua pengguna komputer menginginkan prosesor ini berada di dalam sistem mereka.

Lebih satu tahun berlalu, kini Intel telah mempersiapkan untuk mengeluarkan penerusnya. Bermodalkan arsitektur generasi terbaru bernama Ivy Bridge, prosesor Intel Core i generasi ketiga mencoba mengulang kesuksesan yang pernah diraih oleh prosesor Core i generasi kedua. Apakah prosesor ini mampu melakukannya? Sambil menunggu jawaban yang mungkin baru akan terjawab beberapa waktu ke depan, mari kita melihat teknologi terbaru apa saja yang terdapat di dalam prosesor Intel Ivy Bridge dan juga komponen pendukungnya.


Prosesor Intel Core i generasi ketiga dilengkapi arsitektur generasi terbaru bernama Ivy Bridge. Arsitektur Ivy Bridge merupakan penyempurnaan dari arsitektur sebelumnya, Sandy Bridge. Seperti terlihat di gambar di atas, Ivy Bridge merupakan “Tik” dari skema “Tik Tok” yang digunakan Intel. Di fase “Tik”, Intel mengaplikasikan proses fabrikasi terbaru di mana dalam hal ini, Ivy Bridge diproduksi dengan proses fabrikasi 22 nm ditambah teknologi terbaru 3D Tri-Gate Transistor.

Melihat gambar die prosesor di atas, ternyata blok diagram Ivy Bridge memiliki kemiripan dengan Sandy Bridge. Kotak besar di sudut kiri merupakan unit GPU yang diikuti empat buah kotak di sisi kanan yang merupakan unit CPU quad-core. Tepat di bawah unit CPU adalah L3-chace tempat unit CPU dan GPU akan saling berbagi dalam penggunaannya. Kotak di sisi paling kanan merupakan tempat berkumpulnya komponen memory controller, PCIe controller, display controller, DMI, System Agent, dan lainnya.

Meskipun memiliki kemiripan, unit GPU Ivy Bridge ternyata memiliki perbedaan layout dan ukuran (lebih besar) dibandingkan unit GPU Sandy Bridge. Sepertinya, insinyur Intel melakukan beberapa perombakan di unit GPU ini. Apakah perombakan ini akan meningkatkan performa grafik? Kita lihat saja nanti.

Bila chip Sandy Bridge dibangun dengan menggunakan 1.16 miliar transistor dengan luas die prosesor sebesar 216 mm2, chip Ivy Bridge dibangun atas 1.4 miliar transistor dengan luas die prosesor sebesar 160 mm2. Proses fabrikasi 22 nm sepertinya memiliki andil besar dalam mengecilkan ukuran die prosesor meskipun jumlah transistor meningkat.

Tidak berbeda dengan Sandy Bridge, kontroler memori di Ivy Bridge tetap mendukung tipe memori DDR3 dengan konfigurasi dual-channel. Meskipun begitu, kontroler memori di Ivy Bridge mendukung kecepatan memori yang lebih tinggi dibandingkan Sandy Bridge.

Mengikuti jejak prosesor Sandy Bridge E, Ivy Bridge kini dilengkapi kontroler PCI Express generasi ketiga. Kontroler PCIe 3.0 ini mampu menyediakan total bandwidth per jalur sebesar 8GT/s (1GB/s), sedangkan jumlah jalur PCIe yang mampu disediakan oleh Ivy Bridge adalah sebanyak 16 buah.

Tipe dan Spesifikasi

Menyambut peluncuran Ivy Bridge, Intel telah mempersiapkan dua puluh tipe prosesor Intel Core igenerasi ketiga. Untuk platform desktop, terdapat empat belas tipe dan enam tipe untuk platformmobile. Di bawah ini kami cantumkan daftar lini prosesor Intel Core i generasi ketiga beserta spesifikasinya.

Desktop
Core i7 dan Core i5. Perbedaan mendasar kedua seri prosesor ini terletak di jumlah thread dan ukuran L3-cache.
Hanya prosesor dengan akhiran huruf K yang memiliki multiplier prosesor yang tidak dikunci.
Salah satu hal yang menarik dari lini prosesor Ivy Bridge adalah kisaran harga (MSRP online) prosesor Ivy Bridge ternyata tidak jauh berbeda dengan prosesor Sandy Bridge saat ini, dengan spesifikasi yang sama. Tentu saja hal ini membuka kemungkinan bahwa lini prosesor Sandy Bridge akan mengalami pemotongan harga. Menarik, bukan?

Mobile
Hanya prosesor mobile dengan huruf QM yang merupakan prosesor quad-core.
Huruf XM menandakan prosesor mobile tersebut memiliki multiplier prosesor yang tidak dikunci.
Fitur Baru

Rapid Start Technology

Fitur ini membantu meminimalisasi waktu yang diperlukan oleh sistem untuk kembali hidup dari kondisistandby. Tidak hanya itu, fitur ini juga membantu mengurangi konsumsi daya sistem di kondisistandby.



Saat sistem memasuki kondisi standby, fitur ini dengan segera memerintahkan sistem operasi untuk menyimpan konten yang terdapat di memori (RAM) ke dalam SSD. Setelah itu, sistem akan mematikan seluruh komponen di dalamnya. Dengan mematikan seluruh komponen, konsumsi daya sistem dapat ditekan hingga mendekati nol di kondisi ini. Saat sistem kembali hidup, konten yang sebelumnya disimpan di SSD dengan segera dikembalikan ke RAM dan pengguna dapat memulai kembali kegiatannya tepat di kondisi sebelum sistem memasuki kondisi standby. Waktu yang diperlukan untuk kembali hidup dari kondisi standby adalah sekitar 5 detik.

Fitur ini sebenarnya memiliki kemiripan cara kerja dengan fitur Hibernation di Windows. Jika fiturRapid Start Technology menyimpan konten memori (RAM) ke SSD, fitur Hibernation menyimpannya ke HDD. Sebenarnya, proses pengembalian data dari media storage kembali ke memori (RAM)-lah yang membuat Rapid Storage Technology memiliki keunggulan atas Hibernation. SSD memiliki performa lebih tinggi dibandingkan HDD.

Smart Connect Technology

Fitur ini memungkinkan sistem untuk tetap meng-update konten, seperti email, social media, dancloud apps saat sistem tertidur. Fitur ini bekerja dengan menghidupkan sistem yang tertidur di selang waktu tertentu, untuk kemudian melakukan update di konten tersebut. Setelah update dilakukan, sistem kembali ke kondisi tertidur. Proses ini akan terus berulang sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan pengguna untuk melakukan update.

Virtu MVP

Secara sederhana, fitur yang lahir dari tangan Lucid Logix ini memungkinkan unit GPU di prosesor Intel (HD Graphics) untuk bekerja sama dengan graphics card add-on (AMD atau NVIDIA) dalam merender grafik game sehingga performa game dapat meningkat.

Untuk menjalankan fitur ini, diperlukan aplikasi Virtu MVP Control Panel. Aplikasi ini disediakan di dalam paket penjualan motherboard jika memang motherboard itu menyediakannya. Satu hal yang perlu diperhatikan, aplikasi Virtu MVP Control Panel yang diberikan oleh produsen tertentu hanya dapat digunakan di motherboard yang berasal dari produsen tersebut. Misalnya aplikasi dari produsen X hanya dapat digunakan di motherboard merek X.

Terdapat dua mode yang diberikan di aplikasi Virtu MVP Control Panel, Virtual Vsync dan HyperFormance. Mode ini dapat diaktifkan salah satunya atau digunakan bersamaan.

Virtual VSync memungkinkan tampilan game di monitor layaknya menggunakan fitur VSync (gejalatearing berkurang/hilang), tetapi frame rate game dapat bergerak bebas lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai refresh rate monitor. Jika menggunakan fitur VSync biasa, frame rate maksimal di game sama seperti nilai refresh rate monitor.

Fitur HyperFormance berfungsi mendongkrak performa gaming dengan tidak melakukan renderulang frame yang sebelumnya sudah di-render oleh graphics card add-on. Frame yang sebelumnya sudah di-render dan ditampilkan kemudian disimpan di frame buffer milik unit GPU Intel. Frametersebut akan digunakan kembali jika kembali dibutuhkan.

Judul game yang didukung oleh fitur HyperFormance ditandai oleh tanda centang di kolom “H”. Pengguna juga dapat memaksa Virtu MVP untuk mendukung game tertentu dengan memberikan tanda centang di kotak.

Dua fitur yang diberikan oleh Virtu MVP memang terlihat menjanjikan untuk mendongkrak performa maupun meningkatkan pengalaman bermain. Lalu, bagaimanakah kemampuan dua fitur tersebut saat dipraktekkan? Apakah sesuai dengan yang dijanjikan? Nantikan artikel khusus kami yang akan membahas lebih jauh lagi mengenai fitur ini.

|



Share
lintasberita

Artikel yang berkaitan



0 komentar:

Post a Comment

Mohon minta saran dan kritik yang bisa membangun publisher untuk lebih berkarya,.Thanks..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...